Meraih kemuliaan lailatul qadar
Apa yang paling istimewa dari bulan suci Ramadhan bagi teman-teman?
Selain bisa berbuka puasa bersama keluarga setiap hari dan selalu berbagi di masa pandemi ini, kekhasan lain bulan suci Ramadhan adalah di penghujungnya! Mengapa? Sebab di Ramadhan yang tersisa inilah Allah memberikan satu malam yang sungguh mulia dan lebih baik dari seribu bulan. Qs. al-Qadr 97: 1-5 merekam dengan sempurna!
Apa sih malam Lailat al-Qadr sebenarnya?
Nah, sebelum kita bahas makna Lailat al-Qadr dan kemuliaan yang dimilikinya, kita coba memaknai surah al-Qadr 97:1-5 di atas pelan-pelan, yuk!
Surah al-Qadr 97: 1-5 di atas diperselisihkan masa turunnya. Ada yang berpendapat, ia turun sebelum Nabi hijrah ada juga yang berpendapat setelahnya. Namun, jika kita melihat kandungan surah ini yang berbicara mengenai Lailat al-Qadr, yang merupakan satu malam mulia di bulan suci Ramadhan, lebih meyakinkan bahwa ayat itu turun pasca Rasul hijrah ke Madinah (mengingat kewajiban puasa baru ada setelah tahun kedua Hijrah).
Kemudian, kata anzalnahu (Kami menurunkan-nya yakni Alqur’an) terdiri dari kata anzala atau bemakna telah menurunkan. Kata anzala sendiri terambil dari kata nazala, yakni turun atau berpindah dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. anzala umumnya digunakan untuk menunjuk pada turunnya sesuatu secara utuh sekaligus, sedangkan nazzala digunakan untuk turunnya waktu sedikit demi sedikit atau berangsur-angsur. Dua pandangan ini setidaknya menggambarkan bahwa Alqur’an turun sekaligus—dari Lauh Mahfuz ke langit dunia—sedangkan turunnya yang berangsur-angsur adalah langit dunia kepada Nabi Muhammad Saw yang dibawa Malaikat Jibril selama kurang lebih 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari.
Dalam rentang waktu yang cukup panjang itulah Alqur’an diturunkan perlahan-lahan agar meresap di hati Rasulullah. Terkadang turun sebagai tuntunan atau anjuran, terkadang merekam kembali kisah-kisah Nabi terdahulu, terkadang pula merespons pertanyaan atau peristiwa yang terjadi pada masa itu.
Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW tidak pernah secara jelas menyebut kapan malam Lailatul Qadar itu.
Seperti yang diriwayatkan oleh HR Bukhari, Lailatul Qadar biasanya terjadi di hari ganjil pada 10 hari terakhir ramadhan.
Aisyah mengatakan, “Ketika memasuki sepuluh akhir Ramadhan, Nabi fokus beribadah, mengisi malamnya dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut ibadah,” (HR Al-Bukhari).
Rasulullah merinci lailatul qadar biasanya terjadi malam ganjil di sepuluh terakhir Ramadhan. Rasulullah berkata:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِفِي الْوِتْرِمِنَ الْعَشْرِالْأَوَاخِرِمِنْ رَمَضَانَ
Artinya, “Carilah lailatul qadar pada malam ganjil sepuluh terakhir Ramadhan,” (HR Al-Bukhari).
Cara mendapatkan Lailatul Qadar
Kapan malam mulia itu tiba, tidak ada yang mengetahui secara pasti. Menurut beberapa hadis, malam Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadan. Tepatnya, pada salah satu malam ganjil, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, atau ke-29.
Hikmah malam ini dirahasiakan oleh Allah agar umat Islam rajin beribadah di sepanjang malam, khususnya di sepuluh malam yang terakhir bulan Ramadan.
Beberapa tips berikut mungkin bisa dijadikan pegangan agar kita bisa mendapat kemuliaan malam Lailatul Qadar.
1. Tidur singkat di sore hari untuk memberikan tubuh kekuatan saat melakukan salat malam.
2. Berbuka puasa dengan makanan ringan
3. Punya niat kuat dalam hati untuk bertobat dari dosa-dosa, baik itu fitnah, melupakan salat, durhaka kepada orang tua, atau dosa lainnya. Buat komitmen untuk berhenti dari kebiasaan buruk.
4. Meminta pengampunan kepada Allah.
5. Salah satu kebiasaan Rasulullah adalah menyuruh istri dan sahabatnya mengucapkan doa ini pada 10 malam terakhir Ramadan, "Ya Allah, Engkau maha mengampuni dan Engkau suka mengampuni, jadi ampunilah saya."
6. Lebih fokus pada kualitas daripada kuantitas. Lebih baik berdoa 6 rakaat sepenuh hati dan dengan kesadaran dan kerinduan untuk pengampunan Allah daripada berdoa 24 rakaat tapi dilakukan buru-buru, sambil pikiran melayang ke mana-mana.
7. Hindari berdebat dan bertengkar, dan mengampuni mereka yang telah menganiaya Anda.
8. Berhati-hatilah dengan ucapan, yang sering menjadi sumber dari perbuatan buruk.
9. Memiliki keyakinan dan percaya bahwa Allah akan menjawab doa dan meringankan penderitaan Anda, tidak peduli apa pun jenis penderitaan itu.
10. Ketika salat, saat sujud, lakukan selama mungkin. Ketika dalam posisi ini, tingkatkan doa kepada Allah. Rasulullah berkata, "seorang hamba yang paling dekat kepada Tuhannya adalah ketika ia sedang sujud." (Sahih Muslim).
11. Menggunakan waktu Anda dengan bijak. Pada 10 malam terakhir Ramadan setiap waktu begitu berharga, jadi jangan buang mereka dengan ngobrol yang tidak berguna, memeriksa update media sosial, menonton TV, atau belanja.
12. Terus beribadah pada setiap 10 malam terakhir Ramadan dengan salat, membaca Alquran, berdzikir.
13. Jangan lupa untuk bersyukur kepada Allah atas segala yang diberikan dan diambil.
14. Meminta maaf kepada orang-orang yang mungkin Anda marahi atau sakiti, baik sengaja atau tidak sengaja. []
MasyaAllah 💙💙
BalasHapusI wanna tell you how beautiful you are
BalasHapusMasya allah💖
BalasHapus