*DramaPemberangkatanSawai
#1
Tepat pukul 07.00 Waktu Indonesia Bagian Timur, Kami pun tiba di Bandara Pattimura Ambon. Kami dijemput dan disambut oleh perwakilan Dompet Dhuafa dari wilayah Ambon.
( sebelumnya telah ada komunikasi oleh salah satu rekan kami yang menghubungi rekan nya yg berada di wilayah yg dekat dengan Sawai (titik desa wilayah Maluku) untuk mempersiapkan segala keberangkatan kami dari bandara ke desa tsb, tapi dibatalkan dikarenakan kami sudah bersama dengan perwakilan dari dompet dhuafa wilayah Ambon, dan mereka bersedia untuk mengantarkan kami ke wilayah Sawai tsb.)
Sebelum menuju titik lokasi desa Sawai, kami pun mengunjungi dan bersilaturahmi ke kantor Dompet Dhuafa yg berada di wilayah Ambon. Sesampainya di kantor, kami pun memperkenalkan diri, dan juga menjelaskan program yang akan kami laksanakan serta sharing sharing terkait dompet dhuafa wilayah Ambon tsb. Ditengah obrolan tsb rekan kami yg tas nya tertinggal mengadukan hal yg telah terjadi. Bang Jay(salah satu petinggi dompet dhuafa wilayah Ambon) berkata bahwa hanya ada salah satu cara agar tas itu bisa sampai ke Maluku yaitu dengan mengirimkannya lewat expedisi, tapi paket tsb bisa diantarkan hanya sampai Ambon. Karena akses menuju Sawai begitu sulit untuk perusahaan expedisinya. "Iyasudah nanti berbarengan dengan paket kamu, kita mau sekalian mengadakan program memberikan takjil untuk diberikan ke warga daerah sana" begitulah kata bang Jay menenangkan...
Lalu, tepat setelah solat Jum'at selesai.. ternyata kami dikagetkan kembali, bahwasanya mobil yang akan mengantarkan kami dari pihak dompet dhuafa menuju desa Sawai, ternyata ada kendala/halangan untuk berangkat. Kami pun bingung harus bagaimana? Antara berangkat sekarang atau keesokan harinya dengan konsekuensi kami belum bisa melaksanakan puasa bersama masyarakat desa Sawai.. selang beberapa jam kami berdiskusi, alhasil kami memutuskan untuk berangkat pada hari itu juga, kami kembali memberanikan diri untuk meminta bantuan kepada tim yg sebelumnya bersedia mengantarkan kami ke titik tsb, dengan kendala yg tanpa diketahui oleh siapapun, akhirnya dngn kelapangan hati mbak Desi yang sangat luar biasa akhirnya beliau pun bersedia kembali untuk memandu kami ke titik tsb, kemudian kami diarahkan untuk sampai ke Tulehu(pelabuhan dari Ambon menuju Sawai) terlebih dahulu agar tidak tertinggal kapal..
akhirnya kami dipandu oleh bang Fakhri (dari dompet dhuafa Ambon) menuju pelabuhan tsb menggunakan transportasi umum untuk kembali melanjutkan perjalanan..
Komentar
Posting Komentar