Bina Sahabat Pedalaman #Drama2

 *DramaPemberangkatanSawai


#2

Setiba nya kami di pelabuhan 10 menit sebelum keberangkatan kapal besar, bang Fakhri pun mengarahkan kami ke porter(org yg bekerja sbgai pengangkut barang) untuk diangkat peralatan yang kami bawa.. 


ini pun pertama kali nya aku merasakan menaiki kapal ..

Rasa deg-degan yg luar biasa tak kalah dengan perasaan saat menaiki pesawat pun datang kembali, tapi disamping hal tsb aku membiasakan diri untuk bersikap layaknya tidak apa-apa, mencoba memberanikan diri untuk keluar (ke lantai atas dari kapal tsb) ,dari sudut atas kapal ternyata aku melihat pemandangan yang luar biasa tak kalah indah dengan apa yang aku lihat sejak di pesawat.. lautan yang terhampar dengan warna birunya dan dengan gemuruh air yg menenangkan serta disandingkan dengan pemandangan gunung yang menjulang tinggi dengan hijaunya yang menyejukkan bagi siapapun yg melihatnya,,

Masha Allah kalimat itu yang selalu ku ucapkan dalam hatiku.. masih ga percaya aku bisa sampai dititik yg sekarang ini, aku bisa merasakan pengalaman yg luar biasa ini.. Alhamdulillah semua nikmat yg kurasakan ini tak luput dari doa kedua orangtua ku ... 


Selang 3 jam perjalanan melalui laut.. akhirnya kami pun tiba di pelabuhan Saleman.. berhubung karena peralatan yg kami bawa begitu banyak, maka kami memutuskan untuk kembali memakai jasa porter tersebut. Tapi tak disangka biaya nya melebihi ekspektasi kami, sangat jauh berbeda saat kami diarahkan oleh bang Fakhri kala itu.. 

Maybe karena mereka menganggap kami semua merupakan pendatang dari Jawa yang tidak tau apa-apa.. dan well, akhirnya tidak apa-apa deh sudah dibantu angkatin juga (bgitulah pikir kami) 😅..


Dan kami pun melipir ke pinggir dari pelabuhan tersebut sambil menunggu jemputan dari mbak Desi, 

Namun, ada drama yg harus kami lalui kembali..

Beberapa menit kemudian sebelum adzan magrib berkumandang, kami dihadapkan dengan seorang yang bisa disebut akamsi yang seperti agak sedikit kehilangan kesadarannya(mabok atau apa gtu gatau lah ya, pokonya kata yg diucapkan tuh kaya ga sinkron aja) yang inti dari obrolan nya tuh dia mau kita ikuti arahan nya untuk memakai jasa angkutan umum mereka, dengan biaya yg awal diluar logika, dan dengan saran yg ga masuk akal juga .. mereka menawarkan kami 50k/org kami diturunkan sampai kami melihat angkutan yg sudah ada mbak Desi didalamnya.. saran dan biaya yg sangat tidak masuk akal bukan? 

Akhirnya , bang Irfan(ketua dari kelompok kami) berhubung ini merupakan tanah kelahirannya jadi dia paham dengan apa yg diucapkan org tsb, sampai pada keputusan deal nya yaitu membayar uang muka 75k sampai Masohi (nama jln di Ambon).

Rasa khawatir selama diangkutan tsb pun menghantui kami, Karna angkot yg kami tumpangi tidak terdapat lampu, dan juga org yg mengajak kami berbicara pun obrolan nya tidak sinkron.. akhirnya kami pun sampai di Masohi, kami pun turun dari angkot tsb dan juga menurunkan barang barang bawaan kami, dan menunggu jemputan dari mbak Desi.


Rasa kecewa, kesel, geregetan mungkin dialami oleh mbak Desi, Karna janji kami akan nunggu di pelabuhan trnyata ada hal lain yg tak terduga, Karna saat itu pikir kami daripada berujung keributan lebih baik kami ikuti saja arahan org yg mabuk tsb, tapi Mbak Desi beliau tidak menampakkan semua rasa kecewa itu kepada kami, sambil menghela nafas beliau hanya berkata huft kalian bikin saya keder aja 🙈 iyasudah gpp kalian ga salah ko, ini semua salah sultan (founder dari dedikasi untuk negeri) begitulah joks nya kepada kami.. lalu kami pun tertawa dan berkata "iya ini semua salah bapak(panggilan akrab kami ke sultan)" 😂


Karena waktu keberangkatan menuju Sawai sudah terlalu malam, maka kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan keesokan hari nya, dan alhamdulillah pengumuman berpuasa oleh pemerintah jatuh pada hari Minggu 3 April, itu artinya kami masih bisa merasakan puasa pertama bersama dengan masyarakat desa Sawai..

Dan kami pun bermalam sementara di rumah nya mbak Desi , dan karena sedang musim durian kami pun disuguhkan durian banyak sekali, sampai gumoh 😆..

Dan akhirnya kami pun menyelasaikan pedramaan kami dan melapangkan semua yg terjadi 🥰


Dan masih banyak lagi kejutan yang kami alami menuju wilayah Maluku,, See you in the next post❤️

Komentar