Halooo aku bakalan sharing cerita kemarin yg sempat terjeda ..
Well, setelah kami melalui Per-Dramaan tsb akhirnya kami pun tiba di desa Saleman, kami disambut dengan baik oleh Kaka Fabio. Kk Fabio ini merupakan Kaka pembimbing kami selama di Sawai tsb, dan Kaka Fabio ini merupakan pendiri dari Rumah Baca Kapata, yang menjadi tempat fokus kami untuk melaksanakan kegiatan selama 45 hari tsb.
Kami pun berangkat dari desa Saleman menuju desa Sawai menggunakan perahu yg kapasitas penumpang nya tidak bisa terlalu banyak tsb, air masin di lautan seakan menyambut kehadiran kami, saat itu kencang nya angin yg bertiup tidak membuat ombak besar yg seakan akan menghanyutkan, melainkan mereka bersatu padu membuat irama khas macam syair yg indah.. seindah desa dan masyarakat nya.
Diperjalanan kami disajikan dengan pemandangan yg luar biasa, kami abadikan di dlm handphone kami, tapi aku sangat yakin keindahan dari handphone sangat jauh berbeda dengan keindahan apa yg dilihat langsung oleh mata, megapixel nya lebih tajam dengan mata .. kalau di handphone nya indah percaya lah itu hanya setetes nya saja, dibanding jika kalian melihat langsung dengan mata, keindahan nya tidak bisa dideskripsikan ..
Dari kejauhan kami melihat adik adik dan seorang perempuan tengah melambaikan tangan nya kearah kami, mereka sangat antusias dlm menyambut kedatangan kami.. duh makin gasabar saja kami bertemu dengan mereka yg menggemaskan itu..
Akhirnya kami pun tiba di Rumah Baca Kapata Sawai dimana tmpat itu mnjadi saksi pertama kami berpijak di desa Sawai tersebut.
Kami pun langsung menyambut hangat jari jemari kecil yg telah menunggu kami dari kejauhan tadi, bertegur sapa, berkenalan dan bermain.. bahasa Ambon yg pertama kali kami lontarkan yaitu "se pu nama siapa" merupakan sapaan awal kami terhadap mereka yang artinya nama kamu siapa? Mereka pun menjawab dengan nama mereka masing-masing. Dan kami pun bertemu dengan salah satu relawan lokal (bagian dari kami asli dari desa Sawai tsb) namanya Salma Mukadar, dia sangat antusias sekali menyambut kami, kami pun saling tukar senyum, sapa, dan bertukar cerita.
Dan setelah itu kami pun lanjut bermain dan beristirahat sejenak sebelum kami melanjutkan aktivitas kami kembali untuk menemui pejabat Sawai tsb.
Jeda beberapa jam kemudian,,
Kami pun melanjutkan kembali kegiatan kami di Sawai, yg prtama kali kami lakukan yaitu menemui bapak pejabat untuk meminta izin menerima kami selama 45 hari ini. Kalau di desa Sawai kepala daerah itu disebut bapak pejabat.
Dan Alhamdulillah kami pun diterima dengan baik untuk melaksanakan program program kami di desa Sawai tsb. Baik dari masyarakat nya maupun pejabat negeri nya.
Komentar
Posting Komentar